Saya sepakat jika ada orang yang mengatakan bahwa bagian paling sulit dari membuat sebuah tulisan adalah mencari ide. Ide begitu penting untuk membuat sebuah tulisan. Tanpa diawali ide, tidak akan lahir sebuah tulisan. Hari ini saya mengalami kebuntuan ide. Saya ingin menulis. Tapi susah untuk menemukan ide yang pas. Saya menulis satu kalimat, lalu saya hapus lagi. Nulis lagi sudah dapat satu paragraf, lalu saya hapus lagi. Begitu terus beberapa kali. Sampai tak terasa sudah satu jam lebih, lembar word saya belum berisi tulisan apa-apa. Saya kemudian mencari apa sebabnya. Ternyata saya memang belum menentukan secara spesifik apa yang ingin saya tulis.
Dari sini, saya kemudian mencoba fokus. Tulisan yang harus saya buat adalah tentang Kota Cimahi. Kemudian saya mencari dua poin yang ingin saya angkat. Ketemu! Dua poin itu adalah soal tempat wisata dan kuliner. Sebelum bicara soal tempat wisata dan kuliner di Cimahi, saya ingin tahu dulu sejarah kota ini. Untuk hal ini saya butuh bantuan internet. Saya ketikkan ‘Kota Cimahi’ di google. Saya klik Wikipedia dan mendapatkan beberapa informasi.
Kata Wikipedia, Cimahi berasal dari kata cai mahi yang berarti air yang cukup. Kota ini berada di antara Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Masih kata Wikipedia, Cimahi, dulunya adalah bagian dari Kabupaten Bandung yang kemudian ditetapkan sebagai kota administratif pada tanggal 29 Januari 1976 dan ditetapkan sebagai kota otonom pada tanggal 21 Juni 2001. Kota yang mendapat julukan “Kota Tentara” ini terdiri atas 3 kecamatan yang dibagi atas 15 kelurahan.
Kebutuhan informasi soal sejarah singkat Kota Cimahi untuk bahan tulisan, saya rasa sudah cukup. Saya kemudian mengganti kata kunci dengan ‘wisata cimahi’. Saya membaca beberapa situs. Kemudian memilih dua tempat wisata yang akan saya cantumkan di tulisan saya. Dua tempat wisata itu adalah: Curug Cimahi. Konon katanya, Curug Cimahi adalah salah satu curug paling terkenal dan menjadi ikon wisata kota ini. Saya perhatikan fotonya, curug ini memang indah. Air terjunnya cukup tinggi dan pemandangan sekelilingnya memanjakan mata. Oke, saya memutuskan akan memasukkan curug ini dalam tulisan saya. Lanjut ke destinasi wisata berikutnya: Alun-alun Cimahi. Saya pikir saya akan memasukkan lokasi ini juga untuk tulisan yang saya buat. Kenapa alun-alun? Karena tidak semua orang punya waktu untuk berkunjung ke lokasi wisata yang agak jauh dari perkotaan. Saya pikir, dengan memasukkan alun-alun, orang akan tahu bahwa di tengah kota pun mereka punya lokasi wisata yang layak dikunjungi.
Poin pertama, soal tempat wisata beres. Saya lanjut untuk mencari bahan untuk poin kedua yaitu kuliner. Saya ketikkan kata kunci di google ‘kuliner Cimahi’. Saya membuka beberapa situs dan menemukan beberapa makanan untuk saya masukkan ke dalam tulisan. Makanan pertama yang ingin saya cantumkan ke dalam tulisan saya adalah Kue Semprong Cimahi. Kata orang-orang, belum ke Cimahi kalau belum makan kue semprong Cimahi. Oke, dari sini saja, saya sudah punya alasan kuat untuk mencantumkan kue ini ke dalam tulisan yang akan saya buat.
Saya melanjutkan berselancar di dunia maya untuk mencari beberapa bahan tambahan soal kuliner. Saya menemukan beberapa kuliner lain macam Kue Balok Cimahi dan Keripik Daun Singkong. Tapi saya belum merasa mantep dengan ketersediaan bahan tulisan soal kuliner tersebut. Saya mencoba mencari kuliner lain. Yang ada hubungan erat dengan ibadah ummat Islam. Ketika membayangkan kata kuliner dan ibadah ummat Islam, di kepala saya muncul gambaran sajian aqiqah. Gambaran sudah dapat. Segera saja saya ketikkan kata kunci Aqiqah Cimahi. Muncul beberapa jasa aqiqah Cimahi. Salah satunya adalah Aqiqah Cimahi (Nurul Hayat). Jasa Aqiqah Cimahi bernama Aqiqah Nurul Hayat ini, beralamatkan di Jl. Raya Cilember No.280 C, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Cimahi, Jawa Barat. Aqiqah Cimahi Nurul Hayat ini, ternyata, termasuk Aqiqah Murah di Cimahi. Kambing aqiqah yang disembelih untuk aqiqah di sini pun selalu memenuhi syarat sesuai tuntunan Islam. Alhamdulillah, bahan tulisan sudah lengkap. Sekarang saatnya mulai menulis!


Comments
Post a Comment